Monday, July 28, 2014

hari raya dan bisingnya dunia

ada alasan kenapa ketupat identik dengan hari raya. mungkin karena bentuknya belah ketupat, isinya pepat, dan pembuatannya tidak cepat. mungkin bentuknya harus belah ketupat karena bagaimanapun belah ketupat menolerir kesalahan, karena setidaknya ia bisa jadi layang-layang. karena bagaimanapun belah ketupat bukan lingkaran, yang keliru sedikit lalu menjadi lonjong bentuknya, ellips. lalu, mungkin isinya harus pepat -ia memadat- karena dengan begitu tidak ada ruang-ruang kosong yang membuatnya jadi tidak seenak biasanya. dan memang pembuatannya tidak cepat, baru kemarin saat liburan di ujung puasa ibu-ibu baru sempat.

ada alasan kenapa hari raya identik dengan menolerir kesalahan, mengisi ruang-ruang kosong, dan menyempat-nyempatkan diri melakukan keduanya.

tapi sekarang, dunia memang lebih bising di hari raya. suaranya sampai ke antara kita, si manusia. lalu tanpa sadar kita ikut merapal, membuat gemanya membesar, hanya karena kita tertular. tak ada pertemuan antar kita tanpa aksara sama yang kita ucapkan berkali-kali,

"mohon maaf lahir batin,"

saking bisingnya, perkataan tersebut frekuensinya hampir sama dengan dengung lebah. terdengar mengganggu di telinga namun tak sampai masuk ke hati. mungkin karena kita juga mengucapkannya semata-mata terikat kejadian dan lokasi. padahal, setelah rapalan kata-kata bak mantra itu, yang kita utarakan bukanlah sinkronisasi melainkan kontradiksi.

"mohon maaf lahir batin,"
lalu
"kamu terlihat lebih buruk sekarang."
lalu
dengan sepenuh hati ingin mengetahui bahwa kita lebih baik dari orang lain di reuni setahun sekali ini. dengan sepenuh hati ingin kita buat jelas.

maka,
ada alasan kenapa hari raya identik dengan menolerir kesalahan, mengisi ruang-ruang kosong, dan menyempat-nyempatkan diri melakukan keduanya.

semoga tanpa terucap pun kita, si manusia, bisa saling memaafkan sepenuh hati. tidak hanya agar terdengar manis di telinga. tidak hanya untuk menambah bisingnya dunia.

selamat hari raya.


2 comments:

Rae said...

ya allah...

silmi keren ngetz tulisannya. makin ahli aja. :-O

Silmi K said...

wanjir baru liat w... sial apakah ini sarkasme