berawal dari baru tau apa rasanya waktu akhirnya diam di sudut.
di sudut, semua hiruk pikuk terlihat jelas.
di sudut, sepi tapi sebenarnya semua ramai.
di sudut, cuma mata yang menyapu ke seluruh ruangan, melihat manusia sibuk dengan dunia, dengan tempat, dengan kerabat, dengan muslihat.
kemudian teringat waktu datang ke diskusi film di awal minggu.
pertanyaan nyata-tak-nyata, pernyataan, semua surreal.
jangan-jangan mereka yang bilang kita tidak nyata-lah yang sebenarnya tidak nyata.
memangnya nyata itu apa?
memangnya kita ini nyata?
memangnya yang kita lakukan ini nyata?
kita cuma menunggu aturan salah-benar, gaul-kudet, hipster-mainstream dari dunia di sekeliling kita.
memangnya kita benar-benar suka yoga?
memangnya kita benar-benar suka lari?
memangnya kita benar-benar suka starbucks?
kita ini siapa?
definisi kita itu apa? siapa yang tahu?
mungkin gak sih kita bakal rajin lari kalo gak ada nike running device?
mungkin gak sih kita bakal bela-belain gak makan dua hari demi ikut kelas yoga?
kalian ini siapa sebenarnya?
apa yang kalian suka?
apa yang kalian benci?
kalian nyata?
di sudut, suka dan benci jadi satu entitas bernama kesendirian.
No comments:
Post a Comment