Sunday, August 21, 2011

Negatif

Saya benci birokrasi yang berbelit-belit.
Saya benci direpotkan.
Saya benci disalahkan padahal saya nggak salah.
Saya benci menjadi someone in charge karena saya susah banget megang kepercayaan dari orang lain.
Saya benci direndahkan padahal saya tahu saya udah kasih yang terbaik.
Saya benci senyum-senyum boongan.
Saya benci sama orang lain yang menganggap saya sumber daya potensial.
Saya benci dan lebih benci lagi sama orang yang memanfaatkannya.
Saya benci digembar-gemborkan.
Saya benci dianggap gak berkomitmen.
Saya benci kesalahan-kesalahan kecil yang diungkit.
Saya benci mereka dengan kuasa yang salah digunakan.
Saya benci dijadikan pesuruh pribadi.
Saya benci sekolah.
Saya benci sekolah yang menuntut semua hal, karena saya tahu harusnya saya yang menuntut.
Saya benci keterbalikan.
Saya benci ketidakseimbangan.
Saya benci guru-guru yang sok tau dan sombong.
Saya benci lihat kalian tiba-tiba punya drama sendiri dengan praktek kepalsuan dimana-mana.
Saya benci dinilai lemah dan tidak pantas.
Saya benci merasa tertekan.
Saya benci di-underestimate.
Saya benci perasaan terintimidasi yang muncul tiap lihat kalian.
Saya benci akun email resmi saya yang rasanya kayak kotak pandora.
Saya benci dikejar-kejar deadline.
Saya benci apapun yang gak tersampaikan.
Saya benci diminta buru-buru.
Saya benci orang-orang yang gak pernah take their time, saya gak seperti kalian.
Saya benci orang-orang yang susah banget ngerti kalo semua orang gak ada yang sama.
Saya benci orang-orang yang kalo dibilangin gak ngerti-ngerti.
Saya benci orang-orang yang gak mikir dua kali.
Saya benci ketergantungan saya pada beberapa hal.
Saya benci dan se-nggak ngerti ini loh, sama that publisher & that teacher.
Saya benci kenapa gak semua hal kita bisa dapetin.
Saya benci sama that publisher & that teacher.
Saya benci sama that publisher & that teacher.
Saya benci anaknya juga.
Saya benci semua ketua.
Saya benci hipokrit.
Saya benci pemanfaatan terhadap diri saya, sekali lagi.
Saya benci alasan yang gak masuk akal dan menurut saya alasan tentang urusan hati itu gak pernah bisa dikategorikan sebagai masuk akal.
Saya benci orang-orang yang suka menilai orang lain, kalian bisa stop sekarang karena kalian bukan juri.
Saya benci orang-orang sok suci dan sok tau.
Saya benci orang-orang yang kelihatan baik dari luar tapi nggak sama sekali di dalamnya.
Saya benci orang-orang itu.
Saya benci dianggap hebat.
Saya benci reward berlebihan dan gak ada reward sama sekali.
Saya benci kenapa saya benci begitu banyak hal dan begitu banyak orang.
Saya benci kenapa saya susah merubah sifat saya yang jelek-jelek.

Saya benci.

No comments: