
Pertama kali saya tau Fyou, mungkin sekitar kelas 3, 4, atau 5 SD. Saat sedang booming-boomingnya anak-anak yang saling sebel satu sama lain teriak-teriak di depan koridor dan mengacungkan jari tengah, keluarlah si Fyou, "YU PAKYU CEMEN!!!" Lalu kami, anak-anak SD, langsung lari-larian tak tentu arah. Takut dikejar musuh. Ya, seperti Fyou sahabat kami, kami sebenarnya juga cemen.
Lama setelahnya, saya masuk SMP. Kalimat YU PAKYU CEMEN itu sudah tidak pernah terdengar lagi. Saya sendiri juga, yang sudah lebih sadar bahwa arti dari si F YOU itu tidak bagus buat saya dan teman-teman dengar. Apalagi ucapkan. Maka, lewatlah hari-hari sekolah menengah pertama saya dengan damai tanpa gangguan si F YOU perusak moral.
Akan tetapi, waktu rok biru saya berganti rok abu-abu butek, saya kok tambah brutal ya. Untuk sehari saya bisa mengeluarkan beberapa kalimat yang diselingi kata pakyu di sekolah. HA HA. Bukannya saya tidak punya moral, tapi rasa-rasanya pakyu sudah seperti sapaan sehari-hari untuk menggantikan "HEY!" atau "HALOOO!"
Yang lebih aneh lagi, F@*k you tidak pernah dituliskan atau diucapkan dengan ejaan yang sebenarnya. Malah cenderung menjadi PAKYU (seperti #jamansd) atau FAKYU dengan teman-teman sekawanannya seperti S**T yang juga diucap SYIT.
Kalau dipikir-pikir sih, norak juga ya. Ih kampungaaaaaan!
Yang baru saya sadar, sebenarnya kata F itu masih diperhitungkan sebagai kata makian yang tergolong parah. Setelah menonton beberapa film luar dan mendengarkan penyensoran kata F di setiap lagu, ya, saya baru sadar. Tapi, sumpah, rasanya kalau saya yang bilang, semua orang juga tahu makna konotasinya. HA HA.
Salam Fakyu!
1 comment:
ngyahahahahah... kalo gue fakyunya pake jari manis silm.
Post a Comment