rindu, teramat parah, sampai berdarah-darah, kepada rumah
kepada rumah dalam bentuk darah-darah di tubuh-tubuh, di wajah-wajah
wajah-wajah berbentuk ibu
berbentuk ayah
berbentuk adik
berbentuk kakak
kepada rumah-rumahku yang tak pernah punah, tak pernah buat jengah
tak pernah
lelah
merekah
menengadah
mendengarkan kisah
aku rindu, teramat!
No comments:
Post a Comment